Skip to main content

Investasi Properti? Jangan Takut Beli, Meski Jauh Dari Tempat Tinggal | Abak Properti

Berinvestasi properti tidak boleh baper alias bawa perasaan. Proses memutar uang, hendaknya melepaskan banyak unsur emosional (gengsi, sejuk, betah, nostaligia). Anda sedang menempatkan uang dengan maksud keuntungan yang disengaja.

Remote investing berkiblat kepada favorable return. Dimana ada kenaikan terbaik, ke sana Anda pergi meskipun jauh dari pengawasan Anda.

Kampung di Agam, tapi membeli di kawasan Bandara Minangkabau. Belanja properti di Padang dan Anda tinggal di Pekanbaru. Remote investing adalah perilaku universal kaum investor yang percaya kepada sistem ekonomi berazas kepastian hukum.



Anda berani membeli properti di Florida karena sistem di Amrik sudah mapan dalam menjamin investasi Anda. Pada saat yang sama, hukum kepemilikan properti sudah top-markotop. Di Amrik penipu juga ada, tapi sertifikat ganda itu nihil. Sengketa lahan hampir nihil, tapi rebutan waris ya, juga ada. Lihatlah, ada begitu banyak orang Indonesia yang main option di Bursa Wall Street New York. Jadi global consultant member di Singapore tetapi transfer fee justru dikirim dari Vancouver, Kanada. Ini aturan global.

Remote investor memungkinkan seorang investor melakukan eksplorasi area sejauh mungkin dengan coverage area yang begitu borderless. Jika return Anda sedang bagus di Aussie, maka Anda akan menjual apartemen Anda yang di Birmingham, lalu beli di Florida dan sebagian Anda bawa ke Indonesia untuk beli Villa di Maninjau. Jadi, arena permainan hanya di kandang sendiri sudah mulai kehilangan pesona. Tapi jika Indonesia sedang baik, tarik semua investasi Anda dan beli di negeri ini.

Sepanjang Anda nyaman melakukan investasi properti tanpa batas, kenapa takut. Diingat-ingat saja, istri Anda itu berasal dari Jawa, sedangkan Anda orang Padang, dan anak lahir di Jakarta. Lihatlah apa yang terjadi. Tanpa batas, kan? Makanya, permintaan istri akhirnya juga tanpa batas. Itu namanya nasib😂


Oleh|Suherman|
Ex. Ceo. Praktisi & Developer
Editor| Doni Romiza|
Ex. Ast. PS Property



INFORMASI RUMAH 
Berbagai Macam Tipe
Eksklusif! Dari rumah subsidi hingga Eksekutif
Wa | 085319099248
Ditel informasi akan masuk ke hp anda!











Popular posts from this blog

Diskusi Properti

Forum Diskusi Properti: - Pembeli properti - Pemilik Lahan atau pemilik properti - Kontraktor, Wiraswasta dan Pedagang - Pemilik Rumah Kost Atau Kontrakan - Bank / KPR  Pembeli properti sudah dipastikan ada Bank / KPR yang bisa memberikan bunga rendah, dengan informasi yang dapat dipercaya. Begitu juga dengan Bank / KPR, ingin pengaju pinjaman yang benar-benar seius. Itu juga berlaku buat si penjual / yang menyewakan properti, pemilik lahan agar dapat memasarkan produknya pada yang benar-benar serius. Di sini kita berdiskusi, semoga ada manfaat dengan menemukan jaringan yang tepat.

Biografi, Biodata, Profil Doni Romiza

Doni Romiza, Pria kelahiran Padang – Sumatera Barat, 10 November 1983. Pernah belajar Ilmu Komunikasi di Universitas Ekasakti Padang. Senang membaca berbagai genre novel dan berbagi cerita di blog pribadi www.adosinfo.blogspot.com . Doni Romiza Memiliki pengalaman training untuk Pelatihan bahasa dan budaya Jepang di Kota Naha Jepang pada tahu 2003–2006, disusul Pelatihan Perikanan di Kota yang sama. Sekarang aktif di properti Facebook: @Doni Romiza Email: donichaniago26@gmail.com

Dua Ranah - Perdebatan Kedua Orang Tua

Sudah jadi kebiasaan Ayah menasehati aku dan adik-adik di setiap makan malam bersama. Bermacam wejangan kami dengar ketika kami sedang menyuap nasi. Dari aturan makan yang tidak boleh sebutir nasi pun kececer ke meja makan, nasi dan lauk yang tidak boleh bersisa di piring sedikitpun juga. Sampai ke pembahasan tata karma dengan petatah petitih Ranah Minang.  Sering Ayah membahas kato mandaki, kato malereng, kato mandata, dan kato manurun kepada kami.  Empat pribahasa adat dengan kearifan Ranah Minang.  Empat nasehat tua yang ditujukan agar kami bisa menempatkan tutur bahasa ke orang-orang sekitar kampung. Walau tidak sepenuhnya bisa kami fahami, setiap perkataan Ayah harus kami dengarkan dengan baik.   Mendengar nasehat Ayah yang begitu panjang lebar, masakan Mak seakan-akan tidak enak lagi saat dikunyah. Terkadang apa yang disampaikan hanya bisa masuk ke teli...